Sejumlah massa yang mengatasnamakan gerakan masyarakat antikorupsi dan pemburu rente menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2022).

Mereka menyampaikan aspirasi untuk mendorong penutupan kasus dugaan korupsi yang melibatkan impor baja atau besi, baja paduan dan turunannya dari 2016 hingga 2021.

“Pertama, tuntaskan penyidikan dugaan korupsi impor besi dan baja tahun 2016-2021 secara holistik,” kata koordinator aksi Firli di lokasi aksi, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Kemudian kejaksaan diharapkan mengungkap semua oknum birokrat, pelaku usaha dan intelektual di balik kasus dugaan korupsi impor besi atau baja, baja paduan dan turunannya dari 2016 hingga 2021.

Kejaksaan Agung harus menjaga integritas dan profesional dalam melakukan penyidikan secara sembarangan terhadap kasus dugaan korupsi impor besi dan baja tahun 2016-2021,” ujarnya.

Sementara itu, Kejagung Capuspenkum Ketut Sumedana mengatakan pihaknya tentu akan mendengarkan aspirasi massa pengunjuk rasa.

Nanti jawabannya biasanya apakah ditindaklanjuti ke lembaga, atau diajukan ke lembaga lain, atau diajukan ke daerah,” kata Ketut.

Ketut mengumumkan kejaksaan masih menangani kasus terkait impor baja. “Kita sudah ada impor baja (yang ditransaksikan) tapi kita kaji dulu (aspirasinya),” jelasnya.

Sebelumnya, sejak 2016 hingga 2021, Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa saksi-saksi terkait dugaan kasus korupsi impor besi atau baja, baja paduan dan turunannya. Mulai dari pihak bea dan cukai hingga Kementerian Perindustrian (Kemperin).

wawancara saksi ink setsaned dilakukan untuk memperkuat alat bukti dan melengkapi berkas perkara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menyangkut impor besi atau baja, baja paduan dan turunannya mulai tahun 2016 sampai dengan 2021 Kapus” Selasa (5/10.2022).

Ketut mengatakan enam saksi telah diwawancarai selama penyelidikan kasus tersebut. Mereka adalah Bakhroni selaku Kepala Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Surabaya, Rina Octaria selaku Penyidik ​​Komite Anti Dumping (KADI) Kementerian Perdagangan RI dan Budi Susantoso selaku Direktur Industri Logam 2020 selama 22 das Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.