Latest Post

Jokowi Dinilai Punya Modal Kuat Bawa Indonesia Hadapi Krisis Global Kecelakaan Mobil, Kakanwil Kemenag Kaltim Meninggal Bersama Lima Anggota Keluarganya Marak Kasus Kejahatan Seksual di Lingkungan Pendidikan, KPAI Berikan 3 Poin Evaluasi Bareskrim Lakukan Analisa Transaksi Keuangan Dugaan Korupsi Pengadaan Gerobak Kemendag Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank milik negara kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan dibarengi dengan pengembangan kualitas produksi. Ia mencontohkan, Bank Mandiri yang fokus pada UMKM perkotaan mencoba mendekatkan diri dengan warung-warung yang menjadi tempat makan para pekerja lepas. Menurutnya, kualitas makanan di warung makan sangat penting untuk menjaga kesehatan para pekerja. Oleh karena itu, ia mendorong untuk mendukung penyaluran KUR agar UMKM khususnya di bidang kuliner mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Mereka tidak membeli bahan baku untuk diolah karena keterbatasan dana, tetapi dengan kualitas yang lebih rendah. Ini yang kita lakukan,” kata Erick dari Universitas Padjadjaran, Bandung, dikutip Antara, Minggu (3/7). Terkait perkotaan, Erick Thohir mengatakan pada tahun 2045, 73 persen penduduk Indonesia diperkirakan akan berpindah dari desa ke kota, yang berarti pengembangan UMKM di perkotaan harus terus berlanjut. Bank Mandiri, kita fokus pada perusahaan, tapi bukan berarti dia keluar dari UMKM karena dia fokus ke perusahaan besar, bukan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) fokus pada UMKM dengan kepemilikan tidak berubah, Bank Mandiri fokus pada UMKM dengan kepemilikan tidak berubah,” kata Erick Thohir. Ia menargetkan penyaluran KUR bagi UMKM di Indonesia mencapai Rp 338 miliar. Sejauh ini, kata dia, penyaluran KUR baru mencapai sekitar Rp 260 miliar. Kami sekarang berusaha menargetkan secara bertahap hingga 30 persen (pembagian KUR) dan kami berharap dapat lebih meningkat hingga 50 persen dan ke depan seperti di negara-negara tetangga,” katanya.