Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia, Selasa (6/12). Polisi mengamankan tiga orang pelaku yakni PS (42), MY (42), dan NER (22).

Kepala Unit Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Sulsel, Komisaris Dharma Negara mengatakan dalam kasus ini terdapat delapan orang korban yang akan dikirim ke Malaysia secara ilegal. Delapan korban yakni NR (28), MN (24), NR (19), SL (40), HS (18), SLH (21), KM (21), dan SP (23).

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Mereka diamankan saat akan berangkat ke Bandara Sultan Hasanuddin dengan mengendarai dua mobil. Tiga pelaku ini merekrut delapan orang pekerja yang rata – rata berdomisili di Kabupaten Gowa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/12).

Dharma menjelaskan tiga orang pelaku memiliki peran berbeda. Ia mencontohkan pelaku MY dan NER mereka bertugas merekrut pekerja yang akan dipekerjakan di Malaysia. Ia menyebut pelaku MY mematok tarif Rp9 juta per kepala.

“Uang itu digunakan untuk mengurus administrasi pembuatan paspor. Untuk melancarkan pengiriman TKI, MY bekerja sama dengan PS,” bebernya.

Dia mengungkapkan PS merupakan mandor perusahaan kelapa sawit di Malaysia. Karena itu, PS setiap tahun pulang ke Indonesia untuk memfasilitasi semua TKI ilegal yang ingin menetap dan bekerja di sana.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

“MY dan PS ini tidak memiliki badan hukum dalam menjalankan perekrutan dan penempatan tenaga kerja indonesia. Mereka berdua merekrut pekerja tidak memiliki keahlian dan diadakan pelatihan,” ucapnya.

Dharma menambahkan pihaknya mengamankan barang bukti enam buah paspor, dua unit mobil, dan sebelas handphone.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *