Dikawal polisi, menerobos lampu merah, ngebut di jalan, suara motor menggelegar, menjadi citra pengendara motor Harley Davidson. Cap arogan tak bisa dilepaskan.

Suherli, Direktur HOG Anak Elang Jakarta Chapter tidak menyalahkan penilaian publik seperti itu. Banyak cara yang sudah dilakukan agar stigma itu tidak terus melekat.

“Kita sadar akan stigma itu, makanya kita selalu beri pelatihan ke member kita dengan safety riding,” ujarnya dalam wawancara dengan merdeka.com.

Memiliki motor Harley Davidson diakui Suherli, menjadi semacam ukuran status seseorang. Dia mengibaratkan seperti kalangan tertentu yang punya koleksi tas mahal bermerek.

“Harley pun demikian untuk gaya hidup. Banyak juga memang yang benar-benar hobi dengan motor, dia membeli motor tersebut untuk dipakai,” ujarnya.

Sebagai pimpinan HOG Anak Elang Jakarta, Suherli selalu mengingatkan agar anggotanya santun. Meski begitu, tak bisa dipungkiri, selalu ada oknum yang berulah. Walaupun itu bukan anggotanya, namun masyarakat akhirnya menilai semua pengendara Harley Davidson arogan.

Baca Juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Saya sudah wanti-wanti ke teman-teman, kalau ada yang provokasi misalnya, dari motor kecil, mobil, jangan terpancing. Karena kita tahu, semua pegang handphone. Mendingan ngalah dan kasih jalan aja,” ujarnya.

Berapa banyak anggota HOG Anak Elang dan bagaimana cara mendaftarnya?

HOG Anak Elang sampai saat ini sudah sampai seribu di seluruh Indonesia. Kemudian sarat untuk menjadi HOG Anak Elang, pertama dia harus punya motor Harley Davidson, cc berapapun. Mau tua, mau motor baru boleh, tetapi dia harus punya STNK dan SIM saat pendaftaran.

Apakah benar banyak motor Harley Davidson yang bodong?

Sampai sekarang juga masih ada. Beberapa teman aku ada juga yang bodong tapi tidak di Harley Owner Group, karena HOG pasti dari dealer. Kalau ada yang beli motor baru di dealer itu udah pasti otomatis menjadi member HOG dia pasti bersurat udah 100%. Kemudian kalau yang beli bukan dari dealer pasti dia pada saat daftar ditanya STNK. Kalau selama dia daftar tidak ada surat kita nggak terima.

Misalnya pada saat jalan touring karena ternyata di rumahnya itu punya motor dua atau tiga, da salah satunya ada yang enggak bersurat terus dia pakai saat bareng kita, kita enggak tahu. Terpenting, saat dia masuk (mendaftar) pasti dia bersurat. Kalau enggak ada surat enggak bisa masuk. Tetapi kalau untuk sekadar teman kumpul-kumpul doang enggak apa-apa. Kalau untuk touring pasti bakal kita umumkan dan harus daftar. Jadi, dia harus melampirkan motor yang akan dipakai itu.

Benarkah pengendara Harley Davidson arogan?

Itu cerita lama lah, tetapi mungkin sampai saat ini pun stigma dari masyarakat masih demikian. Akan tetapi, HOG dan Anak Elang selalu berusaha dari pertama kali berdiri. Bahkan dari sebelum ada HOG dan Anak Elang, saya jadi ketua di sebuah komunitas di HOG Jakarta Chapter. Saat technical meeting mau touring itu pasti kita pertama dilarang menyalakan sirene, selain officer.

Jadi memang ada sirene yang nyala tetapi itu yang mengatur jalan, dari grup misalnya ada 25 orang paling itu 5 orang. Dari 5 orang itu pun paling yang depan biasanya juga diam kecuali terpaksa menyala, karena sudah ada patwal juga. Kita bakal ikut arahan patwal, lampu merah berhenti.

Tetapi misalnya karena patwal udah ada, berkoordinasi dengan petugas lalu lintas setempat memang jadi ada prioritas bisa jalan duluan. Jadi kita akan ikuti arahan patwal karena dia yang melakukan tugas kepolisian

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Di HOG Anak Elang begitu. Jadi ketika mau ada touring misalnya, Jakarta-Bali, kita tuh minta kepolisian khususnya di Direktorat Lalu Lintas itu di Korlantas Pusat. Kita minta pengawalan dengan pertimbangan untuk keamanan beserta touring dan juga buat keamanan pengguna jalan lain karena kalau tidak dikawal kita mungkin yang kecepatannya bisa aneh-aneh.

Dengan pengawalan kecepatannya bisa sesuai dengan SOP-nya dari kepolisian. Jalan kosong dia bisa kecepatannya lebih tinggi atau di dalam kota bisa dengan kecepatan rendah.

Pada saat kita kirim permohonan ke Korlantas untuk meminta bantuan pengawalan, kita juga tembuskan ke Kapolda, Kapolres wilayah yang akan kita lalui. Sebagai bentuk pemberitahuan atas kegiatan touring yang dilakukan dan bukan liar. Berhentinya di mana, makannya di mana, isi bensin di mana, itu dikasih tahu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *